Baru Saja Makan Sudah Lapar Lagi? Mungkin Ini Penyebabnya

Banyak makan belum tentu berarti rakus, bisa juga menunjukkan adanya gangguan serius di tubuhnya misalnya diabetes mellitus atau sakit gula. Bisa juga karena salah pilih makanan waktu sarapan, atau karena gangguan mental dan perilaku.

Jadi jangan asal menuduh jika ada rekan yang sedikit-sedikit mengeluh lapar lagi, cek dulu kemungkinan-kemungkinan berikut ini seperti dirangkum dari Sciencedaily, Medicinenet dan Telegraph, Kamis (1/11/2012).

1. Kurang tidur
Sebuah penelitian di jurnal SLEEP edisi November 2012 menunjukkan bahwa kurang tidur bisa meningkatkan produksi ghrelin atau hormon pemicu rasa lapar sekaligus meningkatkan pelepasan hormon rasa kenyang yang disebut GLP-1. Jenis kelamin juga mempengaruhi mekanisme ini dan pengaruhnya lebih besar pada laki-laki dibanding perempuan.

2. Sedang galau
Ilmu kedokteran gizi mengenal istilah emotional eating, yakni perilaku makan berlebih yang tidak dipicu oleh rasa lapar tetapi stres dan kegelisahan karena sedang banyak pikiran. Bahkan diperkirakan dari semua kasus makan berlebih, 75 persen hanya dipicu oleh emotional eating.

3. Salah pilih menu sarapan
Setiap makanan  memiliki Indeks Glikemik (IG) yang menunjukkan seberapa cepat kandungan karbohidratnya dipecah jadi gula sederhana untuk dibakar jadi energi. Makanan dengan IG tinggi seperti nasi putih cepat dipecah, sehingga kadar gula darah cepat naik tetapi cepat pula habis dan membuat rasa lapar cepat muncul lagi. Sebaliknya makanan dengan IG rendah seperti gandum lebih lambat dipecah, sehingga gula darah naik perlahan dan bertahan lebih lama sehingga tidak cepat lapar

4. Lapar mata
Seseorang juga bisa cepat lapar karena mengidap compulsive overeating atau perilaku makan berlebih hanya karena tidak bisa menahan diri. Menurut penelitian, gangguan perilaku ini dialami oleh 3,5 persen perempuan dan 2 persen laki-laki dan sebagian besar memicu kelebihan berat badan (20 persen) dan obesitas (65 persen)

5. Kelebihan hormon
Defisiensi hormon insulin yang dialami oleh para pengidap diabetes mellitus bisa menyebabkan rasa lapar cepat datang meski sudah makan, sehingga memicu polyphagia yang artinya banyak makan. Orang-orang dengan kelebihan ghrelin atau hormon rasa lapar, juga kortisol atau hormon stres akan mengalami gejala yang sama yakni sering merasa lapar

6. Efek samping obat
Obat-obat kortikosteroid untuk asma, obat penenang, obat jantung golongan beta bloker, antialergi dan beberapa jenis obat lainnya punya efek samping berupa peningkatan nafsu makan. Tidak heran jika setelah menjalani pengobatan karena sakit, seseorang jadi lebih doyan makan dan akhirnya jadi lebih gemuk


 Sumber



Siapa Sangka 10 Hal Ini Bisa Bikin Berat Badan Anda Naik

Terlalu banyak makan dan tidak berolahraga mungkin jadi penyebab utama munculnya obesitas tapi ternyata keduanya bukanlah satu-satunya hal yang menyebabkan kondisi ini. Masih ada sejumlah faktor yang tak disangka dapat mendorong penambahan berat badan seseorang, bahkan tanpa mereka sadari.

Agar tak penasaran, simak 10 hal unik dan mengejutkan yang bisa menyebabkan berat badan Anda naik seperti halnya dikutip dari myhealthnewsdaily, Rabu (31/10/2012) berikut ini.

1. Terserang strain virus flu tertentu
Anak-anak yang sering terpapar strain virus flu bernama adenovirus 36 berpeluang lebih tinggi menjadi obesitas daripada yang tak banyak terpapar virus ini.

Dalam studi yang ada di dalam jurnal Pediatrics dan melibatkan 124 partisipan anak itu, hampir 80 persen partisipan yang terpapar adenovirus 36 cenderung menjadi obesitas. Rata-rata berat badannya 23 kg lebih banyak ketimbang partisipan yang tidak terpapar virus.

2. AC
Menurut sebuah studi pada tahun 2006, ketika seseorang tinggal di tempat yang suhunya nyaman, tubuh merasa tak perlu bekerja keras untuk menjaga agar suhu tubuh tetap dingin atau hangat alias bermalas-malasan. Akibatnya tubuh tak dapat mengontrol asupan makanan yang masuk.

Hal ini sesuai dengan temuan lain dari studi yang dipublikasikan dalam International Journal of Obesity ini. Peneliti menemukan bahwa di daerah Selatan dimana tingkat obesitas penduduknya tertinggi di AS dilaporkan bahwa presentase rumah yang menggunakan AC meningkat dari 37 persen (1978) menjadi 70 persen (1997).

3. Ibu yang bekerja
Anak yang ibunya bekerja lebih cenderung menjadi obesitas daripada anak yang ibunya di rumah saja (ibu rumah tangga). Kesimpulan itu diperoleh setelah tim peneliti dari University College London mengamati berat badan 8.552 anak pada tahun 1965 dan membandingkannya dengan 1.889 anak pada tahun 1991.

Dari situ peneliti menemukan bahwa kebanyakan partisipan anak dari tahun 1991 yang ibunya bekerja lebih cenderung kelebihan berat badan daripada anak yang ibunya di rumah saja, sedangkan anak-anak dari tahun 1965 lebih banyak memiliki ibu yang tidak bekerja sehingga tidak mengalami obesitas.

Meski begitu, peneliti mengaku tidak mengamati pola makan atau aktivitas fisik partisipan padahal keduanya ikut bertanggung jawab terhadap kondisi/risiko obesitas seseorang.

4. Kurang tidur
Tidak mendapatkan jatah tidur yang cukup akan meningkatkan risiko obesitas seseorang. Begitulah yang diungkapkan sebuah studi pada tahun 2007 dalam jurnal Archives of Disease in Childhood.

Tak hanya itu, secara khusus studi ini juga menunjuk sejumlah perubahan hormon seperti intoleransi glukosa sebagai salah satu prekursor diabetes terjadi akibat tubuh tak mendapatkan istirahat yang memadai.

Studi lain mengemukakan bahwa durasi tidur yang terbatas dapat memicu kelaparan dan kelelahan, mengakibatkan orang yang bersangkutan malas untuk melakukan aktivitas fisik sehingga berujung pada penambahan berat badan. Studi yang dilakukan pada tahun 2009 ini ditampilkan dalam jurnal Critical Reviews in Food Science and Nutrition.

5. Operasi amandel
Tim peneliti dari St. Louis University, Missouri menemukan bahwa anak-anak yang melakukan operasi amandel justru mengalami penambahan berat badan lebih banyak pasca menjalani operasi ketimbang anak yang tidak menjalani operasi ini.

Setelah me-review 9 studi yang dipublikasikan antara tahun 1970-2009, peneliti menemukan bahwa penambahan berat badan dan indeks massa tubuh (BMI) dapat terlihat lebih dari 7 tahun pasca operasi. BMI-nya meningkat dari 5,5 persen menjadi 8,2 persen setelah amandelnya diangkat.

Jadi meski operasi amandel mampu meredakan gangguan kesehatan lain yang diakibatkan oleh tonsilitis, prosedur ini juga meningkatkan selera makan anak.

6. Menyalakan lampu saat tidur
Sebuah studi menemukan bahwa tetap menyalakan lampu kamar saat tidur di malam hari nyatanya dapat menambah beberapa inci lingkar pinggang seseorang.

Peneliti memapari sejumlah tikus percobaan dengan lampu redup di malam hari selama 8 minggu. Di akhir periode, ternyata tikus-tikus ini mengalami penambahan berat badan 50 persen lebih banyak dibanding tikus yang menghabiskan malamnya dalam kegelapan total, meski kedua kelompok diberi jumlah makanan dan melakukan aktivitas fisik yang sama.

Namun peneliti menekankan hasil studi ini hanya berlaku pada orang-orang yang makan malamnya terlambat atau larut malam.

7. Punya ibu yang lebih tua
Sebuah studi pada tahun 2007 dan ditampilkan dalam jurnal Archives of Disease in Childhood mengungkapkan bahwa anak yang terlahir dari ibu yang berusia 30 tahun ke atas berpeluang memiliki lemak tubuh 2,6-2,8 persen lebih banyak ketimbang anak yang terlahir dari ibu yang usianya di bawah 25 tahun.

Senada dengan studi itu, studi lain yang dilakukan pada tahun 1997 dan terdapat dalam Journal of the American Medical Association menemukan bahwa tingkat obesitas pada anak perempuan berusia 9-10 tahun yang dilahirkan oleh ibunya ketika berusia 35 tahun ke atas akan lebih tinggi bila dibandingkan dengan anak perempuan yang ibunya melahirkan mereka saat berusia 21 tahun ke bawah.

8. Terpapar polusi lingkungan
Polusi dapat berdampak terhadap metabolisme tubuh seseorang. Hal ini diungkap sebuah studi yang dipublikasikan dalam jurnal Critical Reviews in Food Science and Nutrition dan International Journal of Obesity.

Senyawa kimiawi bisphenol A dan polybrominated diphenyl ternyata banyak ditemukan dalam tubuh manusia dan menyebabkan obesitas karena mengganggu sistem endokrin atau pengaturan sinyal pada berbagai hormon yang ada dalam tubuh.

Tak hanya itu, pestisida juga dapat mempengaruhi sintesis hormon dan metabolisme melalui rantai makanan. Padahal sistem metabolisme yang kacau dan tak terkontrol dapat berujung pada penambahan berat badan.

9. Punya ibu yang suka makan makanan tinggi lemak selama hamil
Peneliti dari University of Cincinnati dan Medical College of Georgia menemukan bahwa tikus yang diberi makan makanan berlemak tinggi lebih cenderung memiliki bayi yang ukurannya berlebihan daripada tikus yang diberi makanan biasa. Padahal ukuran yang berlebihan saat lahir merupakan faktor risiko munculnya obesitas di masa depan.

Studi yang dipublikasikan dalam FASEB Journal ini mengungkapkan bahwa bayi tikus yang kelebihan ukuran ini diakibatkan oleh induknya yang mengonsumsi banyak lemak saat hamil sehingga plasenta menyediakan terlalu banyak nutrisi bagi janin. Menurut peneliti, kondisi serupa juga terjadi pada manusia.

10. Konsumsi obat-obatan
Ternyata obat-obatan tertentu yang dikonsumsi untuk mengendalikan atau mencegah depresi, diabetes, hipertensi dan kehamilan yang tak diinginkan dapat menyebabkan peningkatan berat badan. Hal ini diungkap sebuah studi pada tahun 2009 yang ditampilkan dalam jurnal Critical Reviews in Food Science and Nutrition.

6 Kesalahan yang Bikin Anda Cepat Lapar


Orang yang mudah merasa lapar meski baru saja selesai makan, mungkin disebabkan karena gangguan kesehatan seperti diabetes. Tetapi mungkin saja disebabkan karena kesalahan-kesalahan yang Anda lakukan ketika makan.

Rasa lapar tersebut dapat meningkatkan keinginan untuk kembali meraih makanan, membuat Anda makan berlebihan, dan menyebabkan obesitas. Perhatikan 6 hal yang dapat menyebabkan rasa lapar berlebihan meski baru saja makan, seperti dikutip dari Readers Digest, Selasa (6/11/2012), berikut ini:

1. Minum soda atau minuman beralkohol sebelum makan
Minum minuman bersoda atau beralkohol sebelum makan dapat memproduksi asam pada perut, sehingga ketika makanan mulai masuk ke dalam perut, organ pencernaan telah siap mencerna makanan. Hal ini dapat mempercepat proses pencernaan dan membuat Anda cepat merasa lapar.

2. Makan makanan yang kurang berprotein
Protein dapat mempengaruhi perasaan kenyang pada perut dan otak. Sehingga seseorang perlu makan makanan yang mengandung protein agar tidak mudah lapar. Menurut penelitian terbaru, orang yang mengonsumsi makanan yang tingkat proteinnya 15 persen lebih rendah dari total kalori makanan yang dikonsumsinya, akan merasa mudah sekali lapar.

Makanlah makanan yang kaya protein ketika sarapan, seperti telur rebus, sereal gandum, dan yoghurt agar Anda tidak mudah merasa lapar sepanjang hari. Hal ini dapat mencegah Anda makan camilan yang berlebihan karena terlalu lapar sebelum waktu makan siang tiba.

3. Makan makanan yang mengandung bumbu dan rempah-rempah tertentu
Rempah-rempah memiliki manfaat kesehatan yang baik untuk tubuh, di antaranya menambah nafsu makan. Tetapi beberapa rempah tertentu dapat membuat Anda merasa lapar meski baru saja makan, diantaranya mustard, kunyit, jahe, dan daun peterseli.

Mustard dapat meningkatkan aliran air liur dan cairan pencernaan yang dapat merangsang nafsu makan. Kunyit, jahe, dan daun peterseli mengandung zat tertentu yang dapat mempengaruhi otak dalam merangsang nafsu makan.

4. Makan makanan yang mengandung sirup jagung kaya fruktosa
Sirup jagung tinggi fruktosa merupakan pemanis buatan yang sangat berbahaya bagi kesehatan dan merupakan penyebab utama obesitas dan diabetes. Berbeda dengan gula, pemanis ini dapat menyebabkan seseorang kecanduan terhadap makanan manis. Sehingga Anda tetap merasa kurang puas meski baru saja makan.

5. Makan makanan yang asin
Peneliti telah menemukan bahwa Anda mungkin merasa kenyang setelah makan makanan asin, tetapi kadar garam yang tinggi dapat mempengaruhi sensor lapar yang berhubungan dengan kepuasan dan keinginan untuk makan lagi.

6. Makan makanan diet
Makanan diet biasanya rendah lemak, mengandung lebih banyakgula, karbohidrat, dan natrium untuk menciptakan rasa yang enak. Tetapi sebuah studi yang diterbitkan dalam jurnal Nutrition menunjukkan bahwa pemanis dalam makanan atau minuman diet justru dapat merangsang nafsu makan.

Sebelum memilih makanan diet, pastikan untuk membaca label kandungan nutrisinya. Pilih makanan diet yang mengandung nutrisi tertentu seperti kalsium, omega-3 dan rendah lemak jenuh, serta hindari makanan diet yang mengandung kadar tinggi pemanis dan natrium.

Banyak Makan Karbohidrat dan Gula Picu Kanker Payudara


Makanan yang banyak mengandung karbohidrat dan gula diketahui berisiko buruk bagi kesehatan. Selain memicu diabetes, makanan seperti ini ditemukan dapat memicu kanker payudara pada wanita yang telah mengalami menopause.

Sebuah penelitian yang dilakukan di Eropa menemukan adanya hubungan antara 'beban glikemik' yang tinggi dengan kanker payudara. Beban glikemik tinggi artinya banyak mengkonsumsi makanan yang menyebabkan lonjakan gula darah dengan cepat. Biang keladinya adalah makanan olahan dari tepung putih, kentang dan permen.

Buah yang manis juga sebenarnya dapat meningkatkan gula darah dengan cepat. Tapi karena rendah kalori, maka buah tidak banyak memicu kenaikan beban glikemik.

Kanker payudara yang berhubungan dengan beban glikemik tersebut adalah kanker payudara reseptor estrogen (RE) negatif. Jumlahnya mencapai sekitar seperempat dari keseluruhan kasus kanker payudara. Meskipun sedikit, kanker ini biasanya berdampak lebih buruk dibanding kanker dengan RE positif karena cenderung tumbuh lebih cepat dan tidak merespon terapi hormon.

"Secara umum, makanan dengan beban glikemik tinggi bukanlah menu yang sehat. Makanan seperti ini telah ditemukan berkaitan dengan banyak kondisi kesehatan yang negatif," kata Christina Clarke, peneliti di Cancer Prevention Institute of California di Fremont seperti dilansir Reuters, Jumat (27/7/2012).

Makanan dengan beban glikemik yang tinggi berhubungan dengan pengeluaran insulin dalam jumlah yang sangat banyak. Insulin merupakan hormon yang mengatur gula darah. Tingkat insulin yang tinggi diketahui berkaitan dengan munculnya jenis kanker tertentu, diduga karena insulin membantu pertumbuhan tumor.

Kesimpulan dari penelitian yang dimuat dalam American Journal of Clinical Nutrition ini didasarkan pada penelitian yang sudah lama berjalan di Eropa mengenai faktor gizi dan risiko kanker. Dari hampir 335.000 orang wanita dalam penelitian, sebanyak 11.576 orang di antaranya menderita kanker payudara selama belasan tahun.

Dalam penelitian, wanita menopause yang mengkonsumsi makanan dengan beban glikemik tinggi berisiko 36 persen lebih tinggi terserang kanker RE negatif dibandingkan dengan wanita yang memakan makanan dengan beban glikemik rendah. Meskipun demikian, perbedaan risiko yang ditemukan dalam penelitian tidak terlalu besar.

"Perbedaannya ini tidak besar dan ada banyak faktor lain yang bisa jadi berbeda pada perempuan. Namun penelitian ini sudah memperhitungkan faktor-faktor risiko tersebut seperti berat badan, kebiasaan olahraga, asupan kalori dan kebiasaan merokok," kata Clarke.

Clarke menuturkan bahwa tidak ada faktor tunggal yang berisiko menyebabkan kanker payudara. Temuan ini setidaknya mendorong para wanita untuk lebih rajin mengkonsumsi makanan seimbang dengan cara membatasi asupan karbohidrat olahan dan memperbanyak makanan sehat seperti sayuran protein, lemak baik, makanan kaya serat dan biji-bijian.

Inilah Penyebab Anda Selalu Kurus

detail beritaBANYAK wanita yang sibuk membolak-balik artikel mengenai cara untuk menurunkan berat badan. Padahal tak sedikit juga wanita yang perlu untuk menaikkan berat badan. Ada beberapa faktor yang menyebabkan Anda kesulitan menaikkan berat badan.

Faktor pertama mengapa Anda bisa kesulitan menaikkan berat badan adalah karena Anda tidak cukup makan. Jangan bergantung pada makanan ringan dan soda untuk dapat menaikkan berat badan Anda. Jangan juga karena tinggi lemak Anda jadi mengonsumsi junk food terlalu banyak agar bisa menaikkan berat badan. Pilih makanan tinggi energi dan padat nutrisi. Contoh sederhana, alpukat dan kacang-kacangan, demikian yang dilansir Magforwoman.

Jika pekerjaan Anda menuntut penggunaan fisik yang cukup banyak, maka penting juga untuk meningkatkan asupan makanan untuk mengisi energi yang sudah banyak dikeluarkan. Anda dapat meningkatkan camilan sehat seperti buah-buahan, yogurt, sereal, milkshake, atau suplemen makanan lainnya.

Namun banyak juga diantara yang mengalami badan kurus secara genetik. Ini berarti bahwa tubuh tidak akan pernah memiliki kecenderungan untuk menambah berat badan. Cara terbaik untuk mengatasi hal ini adalah meningkatkan asupan karbohidrat. Makanlah setidaknya 3 kali sehari dan tingkatkan asupan cairan Anda, namun hindari asupan cairan terlalu banyak pada saat jam makan




Merokok dalam Mobil Bikin Kesehatan Makin Parah


Majalah Consumer Reports merilis hasil studi yang dilakukan para peneliti di Inggris berusaha menemukan dampak kesehatan terhadap kehadiran asap rokok di dalam kabin mobil.

Studi ini melibatkan lebih dari 100 perjalanan dengan 17 pengemudi. Dari jumlah itu 14 pengemudinya adalah perokok yang melakukan 66 perjalanan dan 34 perjalanan sisanya dilakukan tanpa merokok.

Kandungan polusi udara yang masih dianggap level aman oleh World Health Organization (WHO) adalah 25 mikrogram per meter kubik. Mobil yang bebas asap rokok rata-rata kandungan polusinya adalah 7,4 mikrogram/m3, sementara mobil perokok rata-rata mencapai angka 85.

Dalam studi tersebut mengungkapkan puncak pencemaran bisa mencapai rata-rata 385 mikrogram/m3. bahkan seorang ilmuwan mendapatkan kadar pencemaran udara yang terukur hingga menyentuh angka 880 mikrogram/m3.

Para ilmuwan menemukan bahwa membuka jendela dan alat penyejuk ruangan tidak akan bisa melindungi penumpang dari polusi sama sekali dari bahaya yang ditimbulkan.

Menurut salah satu peneliti, anak-anak lebih rentan terhadap polusi udara ini karena mereka memiliki frekuensi napas yang lebih cepat dari orang dewasa. Anak-anak belum memiliki sistem kekebalan tubuh yang sempurna dan tidak memiliki kuasa untuk bisa menghindar dari kondisi itu.

Rahasia Sarapan yang Melangsingkan


Rahasia Sarapan yang Melangsingkan
BUKAN hanya penting untuk meningkatkan performa saat mengawali hari, dalam penelitian yang dilakukan di Heather Leidy dari MU Department of Nutrition and Exercise Physiology, Columbia, menunjukkan bahwa sarapan tidak hanya penting, tapi juga bisa membantu Anda mendapatkan berat badan ideal. 


Disebutkan peneliti, sarapan yang mengandung banyak protein merupakan kunci untuk mengontrol nafsu makan sepanjang hari. Pasalnya, mengonsumsi makanan kaya protein saat sarapan mampu membuat seseorang merasa kenyang dan mengontrol nafsu makan saat malam tiba. 


Dalam studinya, peneliti mengamati efek protein dan kuantitas makan serta pengaruhnya terhadap nafsu makan selama diet. Diketahui, bagi pria obesitas, ketika mereka mengonsumsi makanan berprotein tinggi saat sarapan, mereka mengalami penurunan nafsu makan ketika makan siang atau makan malam. Mereka mampu mengontrol nafsu makan dan merasa lebih mudah kenyang. 

Protein normal yang dikonsumsi saat sarapan biasanya adalah 14 persen protein, 60 persen karbohidrat, dan 26 persen lemak. Sementara makanan tinggi protein terdiri atas 25 persen protein, 49 persen karbohidrat, dan 26 persen lemak. 

Peneliti menyarankan, dengan mengurangi karbohidrat saat sarapan, seseorang akan merasa kenyang lebih lama dan mampu mengontrol nafsu makan. Selain itu, asupan karbohidrat yang cukup akan membuat seseorang tidak mudah mengantuk setelah sarapan dan menjaga nafsu makan dengan jumlah kalori yang berlebihan saat makan siang. Untuk lebih sehat, Anda bisa mengonsumsi buah segar, jus, semangkuk salad, atau setangkup sandwich gandum yang kaya akan nutrisi.



Waspadai bahaya Lemak Trans..!

Apa sih lemak trans itu? Lemak trans adalah lemak yang membuat lezat french fries, kentang goreng di restoran cepat saji yang disukai banyak orang.

Lemak itu harus dihindari karena menurut laporan yang dibuat Harvard School of Public Health dan Wageningen University, bisa mencegah antara enam hingga 19 persen serangan jantung dan kematian yang berkait dengannya setiap tahun.

Sebagian besar lemak trans disintesiskan secara artifisial melewati proses kimia yang menambahkan hidrogen ke dalam minyak sayur. Dalam bahasa sederhana, itu artinya mengubah minyak cair menjadi lemak padat.

Hasilnya adalah produk murah dengan jangka penyimpanan lebih panjang dan sifatnya lebih buruk dari lemak jenuh. Sama seperti lemak jenuh, lemak trans menaikkan kadar kolesterol jahat dan akhirnya menyumbat jantung.

Ditemukan di mana sajakah lemak trans itu?
Amerika Serikat sudah mulai berperang melawan produk lemak trans. Dan ini dimanfaatkan oleh produsen makanan dengan mencantumkan label zero trans fat. Namun, jangan mudah percaya dengan label itu.

Menurut peraturan Food and Drug Administration (FDA), lemak trans tidak harus ditulis dalam kemasan jika lemak total dalam makanan kurang dari setengah gram per sajian.

Untuk benar-benar bebas dari lemak trans, jangan beli produk makanan yang mencantumkan kalimat partially hydrogenated dan shortening.

Sumber utama lemak trans :
1. Margarin
2. Makanan cepat saji. Termasuk kentang dan makanan yang serba digoreng.
3. Aneka camilan keripik
Contohnya keripik kentang, stick atau bola keju dalam kemasan kesukaan anak-anak Anda. Makanan jenis ini kaya akan lemak trans karena lemak itu berfungsi sebagai lem yang menyatukan makanan dan menyumbang rasa gurih dan nikmat.
4. Donat, muffin, pancake
Belakangan ini mungkin Anda senang beli donat. Hati-hati karena makanan ini juga merupakan sumber lemak trans yang baik.
5. Cake dan pie
Makanan jenis ini tidak hanya kaya akan gula, tetapi juga mengandung lemak trans

Faktor Resiko Penyakit Jantung

Inilah dua belas faktor risiko penyakit jantung koroner dan serangan jantung. Empat faktor pertama tidak dapat Anda kendalikan, sementara delapan sisanya dapat Anda kendalikan.

1. Umur

Lebih dari 83% orang yang meninggal karena penyakit jantung koroner berusia 65 tahun ke atas. Wanita lebih berisiko meninggal karena serangan jantung dalam beberapa minggu setelah serangan dibandingkan laki-laki.

2. Laki-laki

Laki-laki lebih berisiko mengalami serangan jantung dibandingkan perempuan dan mengalaminya pada usia yang lebih muda. Setelah menopause, angka kematian wanita karena serangan jantung meningkat, tetapi tetap tidak setajam peningkatan pada laki-laki.

3. Riwayat Keluarga

Mereka yang memiliki riwayat keluarga atau saudara dekat berpenyakit jantung cenderung lebih berisiko mengidapnya.

4. Ras

Ras kulit hitam, hispanik, India, dan Asia memiliki risiko penyakit jantung lebih tinggi daripada ras kulit putih.

5. Merokok

Merokok meningkatkan risiko penyakit jantung dua hingga empat kali lipat.

6. Kolesterol Tinggi

Risiko penyakit jantung koroner meningkat seiring peningkatan kadar kolesterol darah: memiliki LDL (“kolesterol jahat”) tinggi dan HDL (“kolesterol baik”) yang rendah.

7. Tekanan Darah Tinggi



Tekanan darah tinggi meningkatkan beban jantung, membuat jantung menebal dan kaku, dan meningkatkan risiko stroke, serangan jantung, gagal ginjal, dan gagal jantung. Bila tekanan darah tinggi diiringi dengan obesitas, merokok, kolesterol tinggi atau diabetes, risiko serangan jantung meningkat berkali-kali lipat.

8. Gaya Hidup Kurang Gerak

Kurang bergerak badan meningkatkan risiko penyakit jantung koroner.

9. Kegemukan

Orang yang kegemukan (lebih dari 20% berat badan ideal) cenderung berisiko penyakit jantung dan stroke, bahkan bila mereka tidak memiliki faktor risiko lainnya.

10. Diabetes


Memiliki diabetes meningkatkan risiko penyakit kardiovaskuler. Sekitar tiga perempat penderita diabetes meninggal karena sejenis penyakit jantung atau pembuluh darah.

11. Stres dan Kemarahan

Stres dan kemarahan yang tidak terkendali dapat menyebabkan serangan jantung dan stroke.

12. Minum Alkohol

Banyak meminum alkohol dapat meningkatkan tekanan darah, menyebabkan gagal jantung dan stroke. Meminum alkohol juga dapat meningkatkan trigliserida, menyebabkan kanker dan detak jantung tidak beraturan.

Sumber: American Health Association

ANGKASA PURA II BERI BANTUAN MULTIVITAMIN HERBALIFE UNTUK PENDERITA ODHA

KOTA SERANG – PT Angkasa Pura (AP) II, Rabu (8/8), memberikan bantuan multivitamin herbalife sebanyak 1.800 butir kepada Komisi Perlindungan AIDS (KPA) Provinsi Banten, penyerahan dilakukan di Pendopo Gubernur Banten, Kota Serang.

Bantuan multivitamin setara Rp468 juta ini merupakan bantuan corporate social responsibility (CSR) atau program kemitraan bina lingkungan. Bantuan multivitamin ini diberikan kepada penderita ODHA (Orang Dengan HIV AIDS) di wilayah Kabupaten Serang dan Kabupaten Lebak karena saat ini jumlah ODHA di Banten sekitar 2.400 orang atau 5,6 persen dari estimasi yang ada.

“Kerjasama ini merupakan sebuah komitmen PT AP II yang ingin turut andil menangani program HIV/AIDS di Provinsi Banten” kata Arief Mulyawan selaku Ketua KPA Provinsi Banten.

Adapun mekanisme bantuan ini akan diterjunkan langsung dan diberikan kepada pihak Rumah Sakit yang memiliki klinik Voluntary Counseling Test (VCT) danCare, Support and Treatment (CST), yang selanjutnya akan dievaluasi selama 3 bulan ke depan.

“Karena obat ini berfungsi untuk mendukung daya hidup penderita HIV/AIDS, maka dengan adanya bantuan ini juga diharapkan mampu menekan epidemi HIV/AIDS di Provinsi Banten” ujarnya.

Di tempat yang sama, Direksi Keuangan PT AP II-Laurensius Manurung mengatakan kerjasama ini merupakan bentuk komitmen PT AP II terhadap kepedulian kepada masyarakat Banten melalui penyaluran CSR dengan memberikan multivitamin herbalife kepada penderita HIV/AIDS.

“Sebagai pertanggungjawaban kami kepada masyarakat di Banten, Bandara Soekarno Hatta yang menjadi kebanggaan warga Banten, saat ini sedang dikembangkan menuju bandara bertaraf internasional atau menuju world class airport yang mampu menangani kapasitas 87 juta penumpang per tahun” katanya.

Apa beda reumatoid artritis (RA), gout dan osteoartritis (OA)


Untuk membedakan reumatoid artritis (RA), gout dan osteoartritis (OA) kita perlu memulai dengan penyebab masing-masing.

Reumatoid artritis (RA) adalah penyakit di mana sistem kekebalan tubuh secara keliru menyerang jaringan yang sehat, menyebabkan peradangan yang merusak sendi.

Gout disebabkan kelebihan asam urat di dalam tubuh (hiperurikemia) yang berlangsung bertahun-tahun sehingga terjadi penumpukan asam urat yang mengkristal di sendi yang terkena.

Sedangkan Osteoartritis adalah kerusakan dan keausan tulang rawan yang berfungsi sebagai bantalan.
Penyebab osteoartritis adalah proses penuaan, cedera, kelemahan tulang atau penggunaan sendi berulang/ terlalu berat.

Ketiga penyakit itu sama-sama menimbulkan rasa sakit, kekakuan dan peradangan di persendian, tetapi polanya berbeda.


  • RA dapat memengaruhi setiap sendi di tubuh, tetapi sendi tulang kecil di tangan dan kaki yang paling terpengaruh. Di sisi lain, gout biasanya mempengaruhi sendi yang lebih besar di pergelangan kaki, tumit, lutut, pergelangan tangan, jari, siku dll. OA paling umum menyerang bantalan sendi berat seperti pinggul dan lutut.
  • RA biasanya menyebabkan nyeri atau kekakuan berkepanjangan (berlangsung lebih dari 30 menit) di pagi hari atau setelah istirahat panjang. Kekakuan akibat gout hadir hanya pada saat serangan terjadi, yang biasanya di malam hari setelah mengkonsumsi makanan tinggi purin atau obat perangsang air seni (diuretik). Pada OA, rasa sakit timbul setelah beraktivitas. Kekakuan di pagi hari hanya berlangsung singkat (kurang dari setengah jam), dan rasa sakit persendian dapat memburuk di sepanjang hari.
  • RA memengaruhi sendi yang sama di kedua sisi tubuh (simetris), meskipun pada awalnya mungkin hanya satu sisi. Sedangkan Gout dan OA dapat melibatkan hanya satu sendi tunggal.
  • RA tiga kali lebih umum pada perempuan dan seringkali dimulai antara usia 25 dan 55. Gout lebih umum pada laki-laki, terutama mereka yang berusia antara 40 dan 50. Wanita lebih jarang mengembangkan gout sebelum menopause. OA bisa menyerang laki-laki maupun perempuan, tapi insidennya lebih umum pada mereka yang kelebihan berat badan. Pada umumnya pengembangan OA dimulai pada usia yang lebih tua daripada RA dan gout.
  • RA mungkin hanya berlangsung untuk waktu yang singkat, atau gejala bisa datang dan pergi. Bentuk RA yang berat dapat berlangsung seumur hidup.
  • Rasa sakit dan bengkak gout dapat hilang dengan pengobatan dan perubahan gaya hidup. Bila timbul kembali, gout biasanya menyerang sendi yang sama atau sendi yang sama di sisi lain tubuh. Kerusakan sendi OA bersifat permanen.
  • RA dapat memengaruhi bagian tubuh selain sendi, seperti mulut, mata, ginjal, jantung dan paru-paru sehingga menyebabkan kelelahan ekstrim, penurunan berat badan dan malaise (lesu). Gout dan OA hanya memengaruhi sendi.
sumber


Awas, Perokok Berisiko Tinggi Alami Pendarahan di Otak



Pendarahan di otak adalah suatu kondisi yang berbahaya dan bahkan bisa menyebabkan kematian atau kecacatan. Ternyata pendarahan di otak ini banyak dialami oleh para perokok.

Sebuah studi baru memperingatkan bahwa merokok sangat meningkatkan risiko pendarahan fatal di otak yang disebabkan oleh pecahnya pembuluh darah arteri di otak atau disebut dengan burst aneurysm.

Aneurysm adalah tonjolan pada arteri yang melemah. Jika aneurysm ini pecah maka terjadi kebocoran darah ke otak, kemungkinan seseorang bertahan dari pecahnya aneurysm ini sekitar 50 persen dan kebanyakan pasien memiliki cacat seumur hidup.

Dalam studi baru yang dipublikasikan secara online pada Journal of Neurology, Neurosurgery and Psychiatry, peneliti membandingkan 426 orang di Korea Selatan yang mengalami pendarahan otak antara tahun 2002-2004 dengan 426 orang yang tidak mengalami.

Setelah memperhitungkan faktor lain seperti berat badan, asupan garam dan riwayat diabetes dalam keluarga, peneliti menemukan perokok hampir 3 kali lebih mungkin mengalami pendarahan otak dibanding non-perokok.

Hal lain yang didapatkan adalah semakin lama seseorang merokok dan semakin bertambah berat badannya, maka risiko untuk mengalami pendarahan di otak juga semakin besar.

Secara keseluruhan, jika seseorang berhasil berhenti merokok setelah 5 tahun atau lebih maka turut bisa mengurangi risiko terkena pendarahan otak sebesar 59 persen. Hasil studi ini menunjukkan adanya hubungan antara merokok dan risiko pendarahan otak, tapi tidak membuktikan sebab akibat.

"Merokok bisa menyebabkan efek jangka pendek seperti penebalan darah dan tekanan darah yang meningkat, keduanya diketahui bisa meningkatkan risiko penadrahan otak. Efek ini dapat dibalik dengan berhenti merokok," ujar Dr Chi Kyung Kim dari departemen neurologi Seoul National University Hospital, seperti dikutip dari health24, Senin (3/9/2012).

Selain itu penulis studi juga mengungkapkan merokok bisa menyebabkan perubahan permanen dalam struktur dinding arteri, dan perubahan ini akan lebih besar pada orang yang perokok berat

7 Penyakit Mengerikan Akibat Makanan yang Tercemar Pestisida


Jangan sembarangan menelan makanan meskipun terlihat sehat dan menyegarkan. Beberapa bahan makanan nabati diperoleh dari tanaman yang dibesarkan dengan pestisida. Pestisida merupakan racun dan dapat menyebabkan berbagai penyakit berbahaya apabila masuk ke dalam tubuh.

Pestisida ada berbagai jenis, tapi tujuannya sama, yaitu dirancang untuk membunuh hama. Meskipun sudah menjalani proses pembersihan, terkadang residu atau sisa pestisida masih tertinggal dalam bahan makanan. Bahan beracun ini juga disalahkan atas berkurangnya kadar mineral dalam makanan.

Beberapa ilmuwan masih menoleransi kadar pestisida dalam makanan dengan mengatakan bahwa dalam jumlah kecil efeknya tidak akan terlalu signifikan bagi tubuh. Namun ilmuwan lainnya ada yang bersikeras bahwa dalam dosis yang sangat kecil pun pestisida bisa menimbulkan masalah kesehatan. Efeknya bisa saja muncul beberapa puluh tahun berikutnya.

Seperti dilansir Rodale, Senin (13/8/2012), ada 7 penyakit berbahaya yang diakibatkan oleh pestisida:

1. Diabetes
Sejak bertahun-tahun yang lalu, para ilmuwan telah melihat hubungan antara pestisida dan diabetes. Sebuah penelitian tahun 2011 yang diterbitkan jurnal Diabetes Care menemukan bahwa orang yang mengalami kelebihan berat badan dan di tubuhnya terdapat pestisida organoklorin berisiko tinggi terkena diabetes tipe 2.

Untuk mencegah diabetes, pilihlah produk makanan organik tanpa pestisida. Hindari menggunakan penyegar udara kimia dan produk-produk artifisial yang beraroma sebab dapat memicu diabetes tipe 2.

2. Kanker
Lebih dari 260 pestisida terbukti berkaitan dengan berbagai jenis kanker seperti limfoma, leukemia, sarkoma jaringan lunak, kanker otak, kanker payudara, kanker prostat, kanker tulang, kanker kandung kemih, kanker tiroid, kanker usus, kanker hati, dan kanker paru-paru.

3. Autisme dan Gangguan Perkembangan Lainnya
Para peneliti terkemuka di dunia percaya bahwa autisme disebabkan oleh perpaduan antara gen dan polutan yang yang masuk ketika ibu hamil. Kebanyakan insektisida membunuh hama dengan cara mengganggu fungsi sarafnya. Mekanisme yang sama tampaknya bisa terjadi pada janin yang terpapar insektisida.

Sebuah penelitian tahun 2010 yang dilakukan Harvard University menemukan bahwa anak-anak yang di dalam urinnya terkandung pestisida organofosfat jauh lebih mungkin mengalami ADHD atau ganguan pemusatan perhatian dan hiperaktif dibanding anak-anak yang urinnya tidak tercemar pestisida.

4. Obesitas
Beberapa jenis pestisida berfungsi sebagai pengganggu hormon. Artinya, pestisida bertindak seperti hormon palsu dalam tubuh. Hormon ini memblokir jalur komunikasi hormon yang penting bagi tubuh atau mengganggu kemampuan tubuh untuk mengatur pengeluaran hormon yang sehat.

Penelitian tahun 2012 yang dimuat jurnal Environmental Health Perspectives menemukan bahwa ada lebih dari 50 pestisida yang diklasifikasikan sebagai pengganggu hormon. Beberapa di antaranya dapat memicu sindrom metabolik dan obesitas apabila terakumulasi dalam sel-sel.

5. Penyakit Parkinson
Lebih dari 60 penelitian menunjukkan hubungan antara pestisida dan penyakit Parkinson. Penyakit ini ditandai dengan gerakan gemetar yang tidak dapat dikendalikan. Ternyata penyakit ini sangat berkaitan dengan paparan bahan pembunuh hama dan gulma untuk jangka waktu yang panjang.

6. Kemandulan
Pestisida dapat mengganggu kesuburan. Salah satunya adalah atrazin, pembunuh gulma yang banyak digunakan di pertanian tebu dan ternyata terdeteksi dalam air keran. Dokter dan ilmuwan menunjukkan bukti bahwa atrazin meningkatkan risiko keguguran dan kemandulan.

Pestisida jenis lain juga dapat menurunkan kadar testosteron pria. Sebuah penelitian tahun 2006 menemukan bahwa klorpirifos, zat kimia yang digunakan dalam apel nonorganik dan pertanian lada serta carbaryl, pestisida yang banyak digunakan pada tanaman stroberi, dapat menurunkan kadar testosteron.

7. Bayi Lahir Cacat
Bayi yang dikandung selama musim semi dan musim panas, yaitu ketika penggunaan pestisida dalam produk makanan sangat marak, ternyata berisiko paling tinggi mengalami cacat lahir. Pada bulan-bulan ini, kadar pestisida di permukaan air ditemukan paling tinggi. Selain itu, penyakit spina bifida, bibir sumbing, kaki pengkor dan sindrom Down juga bisa diakibatkan karena ibu hamil terpapar pestisida.

ISI FORMULIR DIBAWAH INI AGAR KAMI BISA MENGHUBUNGI ANDA

Nama:
Provinsi
Kota Asal
No HP
Email Address:
Berapa Usia, Tinggi Badan (cm), Berat Badan (cm):
Apakah anda aktif minimal 3 hari sekali berolahraga ?
Apakah Anda sudah pernah menggunakan produk turun/naik berat badan sebelumnya :

Terimakasih sudah mengisi formulir kami, 

kami akan segera merespon anda via email atau SMS


Get your own free form like this one.